Sejarah Program Studi
Setelah lebih dari 40 tahun menggunakan nama IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Kalijaga dengan lima fakultas: Adab, Dakwah, Syari’ah, Tarbiyah, dan Ushuluddin, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 50 Tahun 2004, nama IAIN berubah menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga. Transformasi ini diikuti dengan penambahan dua fakultas baru, yaitu Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM). Penyelenggaraannya diperkuat dengan SK Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor: Dj.II/206/2005.
Transformasi dari IAIN ke UIN mensyaratkan adanya Fakultas Umum. Sebagai salah satu pilar utama, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora resmi menyelenggarakan Program Studi Psikologi, Program Studi Sosiologi, dan Program Studi Ilmu Komunikasi pada tahun 2005. Ketiga prodi tersebut kini telah meraih akreditasi unggul dari BAN-PT, dengan Program Studi Ilmu Komunikasi yang secara konsisten mempertahankan peringkat akreditasi A.
Sebagai bagian dari UIN Sunan Kalijaga, FISHUM mengemban amanah luhur dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun masyarakat intelektual yang berlandaskan nilai-nilai ideal ajaran Islam. Tugas pokok ini mencakup penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian, serta pengabdian pada masyarakat di bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang integratif-interkonektif.
Dalam kerangka pengembangan keilmuan tersebut, Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister hadir di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Program studi ini dirancang khusus untuk menjawab dinamika perkembangan media kontemporer yang ditandai oleh transformasi digital, konvergensi media, serta perubahan lanskap sosial-budaya global.
Saat ini, kepemimpinan Program Magister Media dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diemban oleh Dr. Fatma Dian Pratiwi, S.Sos., M.Si. selaku Ketua Program Studi (Kaprodi), didampingi oleh Achmad Zuhri, S.I.Kom., M.I.Kom. selaku Sekretaris Program Studi (Sekprodi). Di bawah kepemimpinan mereka, prodi ini berorientasi pada penguatan kapasitas akademik dan profesional dalam bidang kajian komunikasi strategis, media digital, dan budaya media yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Sebagai program pascasarjana, Prodi Media dan Komunikasi menekankan pada pengembangan riset inovatif seperti literasi media, komunikasi politik, hingga community-based communication. Dengan dukungan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi akademik dan pengalaman profesional luas, program ini berkomitmen mencetak analis media, konsultan komunikasi, serta akademisi yang kritis, etis, dan mampu berkontribusi nyata bagi pemecahan persoalan sosial di era digital.