Penguatan Community Based Tourism Jadi Fokus Utama Entrepreneur Camp & Batang Youth Camp 2025
Batang — Entrepreneur Camp & Batang Youth Camp 2025 yang akan dilaksanakan pada 19–21 Desember 2025 di Sigembok Hill Top, Batang, Jawa Tengah, menjadi forum strategis penguatan kapasitas pemuda dalam pengembangan pariwisata daerah berbasis komunitas dan digital. Kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan talenta digital bagi pemuda pelopor wisata daerah dengan pendekatan kewirausahaan, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu sesi utama dalam kegiatan ini menghadirkan Dr. Fatma Dian Pratiwi, M.Siyang menjabat sebagai Ketua Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister. Dalam paparannya, Dr. Fatma membawakan tema pelatihan Penguatan Community Based Tourism (CBT) sebagai strategi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Dr. Fatma menekankan bahwa Community Based Tourism merupakan pendekatan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi wisata, mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan, hingga distribusi manfaat ekonomi. Menurutnya, keberhasilan pengembangan pariwisata daerah sangat ditentukan oleh sejauh mana komunitas lokal memiliki kapasitas, literasi komunikasi, serta kemampuan memanfaatkan media digital untuk membangun narasi wisata yang autentik dan berkelanjutan.
Dalam konteks penguatan kapasitas pemuda, Dr. Fatma juga menyoroti pentingnya integrasi antara pemberdayaan komunitas dan kompetensi komunikasi digital. Pemuda tidak hanya diposisikan sebagai content creator, tetapi juga sebagai penggerak sosial yang mampu mengartikulasikan nilai-nilai lokal, kearifan budaya, serta prinsip keberlanjutan dalam promosi pariwisata daerah.
Kegiatan ini turut didukung oleh Achmad Zuhri, M.I.Kom, selaku Sekretaris Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister, yang menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia akademik, komunitas, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelatihan semacam ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi pemuda untuk memahami praktik komunikasi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Entrepreneur Camp & Batang Youth Camp 2025 diselenggarakan selama tiga hari dengan rangkaian agenda pelatihan, diskusi kelompok terarah (FGD), praktik lapangan, serta sesi berbagi pengalaman bersama para praktisi di bidang komunikasi kreatif dan industri pariwisata. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Batang yang memiliki jiwa kewirausahaan, sensitivitas sosial, serta kemampuan komunikasi digital yang berorientasi pada pembangunan pariwisata daerah yang berkelanjutan.