Kaprodi Magister Media dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Soroti Dampak AI terhadap Masa Depan Teori Komunikasi di Studium Generale Atma Jaya
YOGYAKARTA— Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan digitalisasi media dinilai telah mengubah secara fundamental wajah komunikasi modern. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Fatma Dian Pratiwi, Kaprodi Magister Media dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Studium Generale di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jumat (08/05/2026).
Dalam kegiatan bertema “Dampak Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan terhadap Perkembangan Teori Komunikasi”, Dr. Fatma mengajak peserta untuk melihat bagaimana teori-teori komunikasi klasik kini menghadapi tantangan besar akibat dominasi algoritma, media sosial, hingga kecerdasan buatan.
Menurutnya, komunikasi di era digital tidak lagi sepenuhnya dikendalikan manusia. Peran gatekeeper yang dahulu dipegang media massa kini perlahan digantikan oleh algoritma yang bekerja secara personal dan otomatis.
“Jika dulu media menentukan informasi apa yang kita konsumsi, hari ini algoritma menentukan realitas apa yang kita lihat setiap hari,” ungkap Dr. Fatma dalam pemaparannya.
Ia juga menyoroti munculnya fenomena echo chamber, filter bubble, serta maraknya disinformasi dan deepfake yang menjadi tantangan baru dalam studi komunikasi modern. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa teori komunikasi harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan AI.
Sebagai Kaprodi Magister Media dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Fatma menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada nilai sosial, budaya, dan agama. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perspektif komunikasi Asia dan nilai-nilai religius dapat menjadi fondasi penting dalam membangun etika komunikasi digital yang lebih humanis.
“AI boleh berkembang sangat cepat, tetapi manusia tetap membutuhkan nilai, empati, dan kebijaksanaan dalam berkomunikasi,” tegasnya.
Kegiatan Studium Generale berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika. Diskusi berkembang pada isu komunikasi manusia dan mesin (Human-Machine Communication), literasi digital berbasis nilai, hingga tantangan moral di era otomatisasi komunikasi.
Melalui forum akademik ini, Dr. Fatma berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bersikap kritis dan bijak dalam menghadapi transformasi komunikasi digital di masa depan.