Dr. Fatma Dian Pratiwi, S.Sos., M.Si. Kaprodi Media dan Komunikasi Program Magister UIN Sunan Kalijaga Bawa Riset AI ke Forum Internasional ICDC 2026
BOGOR – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital menjadi perhatian penting dalam pengembangan komunikasi dan pariwisata berbasis komunitas. Isu tersebut dibawa Dr. Fatma Dian Pratiwi, M.Si., Kaprodi Media dan Komunikasi Program Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam International Conference on Development Communication (ICDC) 2026 yang berlangsung di Bogor, 8–9 September 2026. diselenggarakanFederasi Komunikasi Pembangunan (FORKAPI) danCity Association of Development Communication Educators and Practitioners Philipines(ADCEP PH) dan kolaborasi antara Institut Pertanian Bogor dan Pakuan University.
Dalam konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan profesional komunikasi pembangunan tersebut, Dr. Fatma hadir sebagai presenter dengan mempresentasikan penelitian berjudul “AI-Driven Digital Transformation in Community Based Tourism Communication Marketing: The Case of Towilfiets.” yang ditulisnya bersama Dr. Prima Ayu Rizky Mahanani, M.Si dan Anindya Septiana Arfiani, S.I.Kom., M.Sos.Presentasi berlangsung pada Rabu (9/9) dalam Track 4: Environment, Agriculture, Food Security, and Sustainable Development, bertempat di Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan, Bogor.
Riset tersebut mengangkat keterkaitan antara AI, transformasi digital, komunikasi pemasaran, dan pariwisata berbasis komunitas. Kasus Towilfiets menjadi konteks penelitian untuk melihat bagaimana transformasi digital dapat dikembangkan dalam komunikasi pemasaran pariwisata yang berorientasi pada potensi dan keterlibatan masyarakat.
Sebagai Kaprodi Media dan Komunikasi Program Magister, keikutsertaan Dr. Fatma dalam forum internasional ini juga mencerminkan perhatian Program Studi terhadap perkembangan isu-isu mutakhir dalam kajian media dan komunikasi. Perkembangan AI dan teknologi digital tidak hanya menghadirkan perubahan pada praktik komunikasi, tetapi juga membuka ruang kajian baru mengenai bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara strategis dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
ICDC 2026 menjadi ruang akademik untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai komunikasi pembangunan. Sejumlah pembicara dari Indonesia dan mancanegara hadir membahas isu komunikasi pembangunan berkelanjutan dan inklusif, perubahan iklim, masa depan media, serta perkembangan teori dan metodologi komunikasi pembangunan.
Pada hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan plenary panel discussion dan sejumlah parallel session. Salah satu diskusi mengangkat tema “Indigenization in Decolonizing DevCom”, yang memperkaya pertukaran gagasan mengenai perkembangan komunikasi pembangunan dalam perspektif global.
Bagi Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister, partisipasi dalam forum akademik internasional seperti ICDC menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring keilmuan sekaligus memperkenalkan hasil penelitian yang memiliki relevansi dengan persoalan masyarakat. Kehadiran Dr. Fatma dalam forum tersebut menunjukkan bahwa kajian media dan komunikasi terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan dinamika pembangunan.
Melalui riset yang dipresentasikan di ICDC 2026, Dr. Fatma Dian Pratiwi, M.Si. turut membawa isu transformasi digital, AI, dan komunikasi berbasis komunitas ke dalam ruang diskusi akademik internasional. Kiprah tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga dalam mendorong pengembangan kajian komunikasi yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan komunikasi di era digital.