Prodi Magister Media dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dan Towielfiets Gelar Workshop Penguatan Digital Media untuk Pengembangan Community Based Tourism

Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Workshop Penguatan Digital Media of Community Based Tourism” pada Selasa–Rabu, 12–13 Mei 2026 di Towilfiets Village Tour, Dusun Bantar Kulon, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi yang berfokus pada penguatan pariwisata berbasis masyarakat melalui strategi komunikasi dan media digital. Workshop diikuti oleh pengelola desa wisata, pelaku UMKM, komunitas lokal, serta masyarakat yang terlibat dalam pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas.

Ketua Program Studi Magister Media dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Dr. Fatma Dian Pratiwi, M.Si, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Community Based Tourism (CBT) merupakan model pengembangan wisata yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pengambilan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam atau budaya, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat serta kemampuan membangun narasi dan identitas destinasi secara berkelanjutan.

“CBT bukan hanya tentang wisata, tetapi tentang keadilan, keberlanjutan, dan kebanggaan komunitas. Desa wisata harus tumbuh bersama masyarakatnya, bukan justru menjauh dari masyarakat lokal,” ujar Dr. Fatma Dian Pratiwi, M.Si.

Dr. Fatma juga menekankan pentingnya strategi pemasaran digital melalui media sosial, storytelling, dan kolaborasi komunitas sebagai upaya memperluas jangkauan promosi desa wisata.

Sementara itu, Dr. Yani Tri Wijayanti, M.Si membawakan materi mengenai “Peningkatan Kesiapan Desa Wisata sebagai Destinasi Ramah Muslim”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa tren wisata ramah muslim terus berkembang dan menjadi peluang strategis bagi desa wisata di Indonesia.

Ia menuturkan bahwa konsep Muslim-Friendly Tourism bukan sekadar label, tetapi bentuk layanan tambahan yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim melalui penyediaan fasilitas ibadah, kuliner halal, sanitasi yang bersih, dan lingkungan yang nyaman.

“Pariwisata ramah muslim bukan berarti mengubah identitas budaya lokal, melainkan menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan nyaman bagi wisatawan. Desa wisata harus mampu menjaga keseimbangan antara nilai lokal, keramahan, dan kebutuhan wisatawan muslim,” jelas Dr. Yani Tri Wijayanti, M.Si.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan wisata ramah muslim dapat membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM lokal melalui penguatan produk halal, peningkatan kualitas layanan, dan standarisasi pengelolaan usaha.

Pada sesi berikutnya, Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Sc menyampaikan materi mengenai pemberdayaan digital desa wisata berbasis komunitas. Ia menyoroti bahwa banyak program digitalisasi desa wisata gagal berkelanjutan karena teknologi hanya diposisikan sebagai proyek, bukan alat transformasi sosial.

Menurutnya, transformasi digital harus dimulai dari kebutuhan masyarakat dan dibangun melalui partisipasi komunitas secara aktif.

“Transformasi digital bukan sekadar membuat akun media sosial atau aplikasi. Yang paling penting adalah membangun kapasitas masyarakat agar mampu menjadi pengelola informasi, komunikator produk, sekaligus pelaku ekonomi digital,” ungkap Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Sc.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem digital melalui pelibatan content creator, kolaborasi komunitas, serta strategi komunikasi digital yang interaktif dan partisipatif.

Selain menghadirkan akademisi, kegiatan ini turut melibatkan praktisi wisata lokal Muntowil dari Towilfiets Yogyakarta yang berbagi pengalaman mengenai praktik pengelolaan wisata berbasis komunitas dan pengembangan promosi wisata melalui media digital.

Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik penyusunan strategi promosi digital, serta pendampingan pengembangan konten media sosial desa wisata. Peserta juga diajak untuk menyusun rencana aksi sederhana terkait pengembangan produk wisata, target pasar, hingga strategi kampanye digital desa wisata.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan, inovasi media, serta penguatan kapasitas komunitas lokal dalam menghadapi tantangan transformasi digital di sektor pariwisata.