Refleksi 20 Tahun Gempa DIY-Jateng, Magister Media dan Komunikasi FISHUM Bedah Anatomi Komunikasi Krisis bagi Ketangguhan UMKM
Dua dekade pascatragedi gempa bumi maut DIY-Jateng 2006 meninggalkan rekam jejak panjang, tidak hanya pada pemulihan fisik, tetapi juga pada bagaimana narasi bangkitnya ekonomi kerakyatan dikomunikasikan ke ruang publik. Menyoroti fenomena tersebut, Tim Riset Inomliter (Inovasi Media Literasi Kebencanaan) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga menghadiri gelar wicara (talkshow) bertajuk "Bangkit Bersama: Perjalanan UMKM Penyintas dari Pemulihan Ekonomi menuju Ketangguhan Berkelanjutan" di kawasan Prambanan, Yogyakarta, Minggu (24/05/2026).
Agenda strategis yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia ini menjadi momentum penting untuk membedah strategi komunikasi krisis yang inklusif bagi sektor ekonomi mikro. Gelar wicara tersebut menghadirkan akademisi sekaligus peneliti Ibu Veronika Setioningtyas Prativi, S.Si., M.Si., yang mengupas inovasi manajemen risiko komunikasi bisnis, serta Ibu Erna Zurniwati, pelaku UMKM penyintas yang membagikan kisah adaptasinya dalam mengonstruksi ulang usahanya pascakrisis.
Menanggapi keterlibatan aktif Tim Riset Inomliter, Dr. Fatma Dian Pratiwi, M.Si., selaku Ketua Program Studi Magister Media dan Komunikasi sekaligus Ketua Pusat Studi Center of Disaster Literacy (CeDiCY) FISHUM UIN Sunan Kalijaga, menyatakan bahwa fokus utama dalam pemulihan pascabencana adalah efektivitas saluran komunikasi dan pengelolaan informasi media.
"Dari kacamata komunikasi krisis, keberhasilan para pelaku UMKM penyintas di Prambanan untuk bertahan selama 20 tahun adalah bukti nyata adanya survival komunikasi yang adaptif. Ketangguhan bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya akurasi pertukaran informasi, literasi media yang baik dari para pelaku usaha, serta kemampuan mengelola ketidakpastian informasi di masa-masa awal pascabencana," jelas Dr. Fatma Dian Pratiwi.
Sebagai pakar yang menakhodai Magister Media dan Komunikasi sekaligus pusat studi literasi kebencanaan CeDiCY, Dr. Fatma menegaskan pentingnya mendokumentasikan model komunikasi ini sebagai rujukan akademik.
"Riset kolaborasi internasional yang saat ini dijalankan oleh Tim Inomliter FISHUM bersama BNPB dan Taylor's University Malaysia berfokus penuh pada penyusunan inovasi media literasi kebencanaan yang berbasis kearifan lokal. Melalui Magister Medkom dan CeDiCY, data empiris dan narasi komunikasi dari para penyintas gempa 2006 ini akan kami analisis lebih dalam. Target kami adalah merumuskan draf panduan strategis mengenai bagaimana media dan pola komunikasi krisis dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan UMKM saat menghadapi bencana di masa depan," tambah Dr. Fatma.
Melalui angle riset komunikasi yang kuat ini, FISHUM UIN Sunan Kalijaga berkomitmen untuk terus menyuplai pemikiran, artikel ilmiah, serta inovasi berbasis media dan komunikasi guna memperkuat ketangguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi krisis kebencanaan secara berkelanjutan.