Dosen Prodi Media dan Komunikasi Buka Wawasan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM Grigak

YOGYAKARTA, 3 Agustus 2026 — Komitmen perguruan tinggi dalam menjembatani teori akademis dengan realitas empiris di masyarakat kembali diwujudkan secara nyata. Sebagai bagian dari agenda besar hilirisasi riset dan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos, M.Si., pakar sekaligus Dosen Media dan Komunikasi FISHUM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, terjun langsung memimpin sosialisasi dan workshop bertajuk "Digital Marketing untuk UMKM". Langkah ini dirancang khusus untuk mempercepat transformasi digital di tingkat akar rumput tanpa harus membebani pelaku usaha dengan modal besar atau teknologi yang rumit.

Hilirisasi riset ini menjadi krusial di tengah tantangan global, di mana UMKM seringkali terjebak dalam pola pemasaran konvensional. Melalui kolaborasi strategis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Diah Ajeng meramu hasil-hasil riset komunikasinya menjadi instrumen praktis yang dapat langsung diaplikasikan oleh para pelaku usaha lokal hanya dengan bermodalkan ponsel pintar di tangan mereka.

Dalam paparannya, Dr. Diah Ajeng menekankan bahwa penetrasi pasar digital tidak selalu identik dengan modal besar atau infrastruktur yang kompleks. "Kunci utamanya ada pada narasi dan konsistensi. Kita bisa mengoptimalkan perangkat yang sudah dimiliki sehari-hari untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen," ujarnya di hadapan para peserta yang hadir dengan antusias.

Program pengabdian ini menitikberatkan pada tiga pilar utama komunikasi pemasaran modern: kekuatan cerita (storytelling) untuk pembentukan identitas visual, teknik penulisan takarir (caption) yang persuasif, serta estetika visual produk.

Salah satu pilar yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan teknik storytelling dalam membangun branding produk. Dr. Diah Ajeng membedah bagaimana sebuah produk tidak lagi sekadar dijual berdasarkan fungsi fisik, melainkan melalui nilai keunikan dan nilai filosofis di baliknya. Melalui pendekatan ini, UMKM diajarkan menyusun narasi yang mampu membuat konsumen memahami keunggulan dan cerita otentik di balik setiap produk, sehingga tercipta loyalitas merek yang kuat.

Tidak berhenti pada teori teks dan narasi, workshop ini juga membekali peserta dengan keterampilan visual terapan. Para pelaku usaha dilatih secara langsung teknik pengambilan foto produk secara profesional. Dengan memanfaatkan alat bantu sederhana seperti ring light dan mengoptimalkan sudut pencahayaan, posisi objek, serta pemilihan latar belakang, para peserta langsung mempraktikkan cara memproduksi visual promosi yang estetik dan berdaya jual tinggi.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa KKN ini menjadi model ideal bagaimana pengabdian masyarakat dijalankan secara substantif. Bukan sekadar program seremonial, melainkan sebuah transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan kompetensi digital yang merata, diharapkan UMKM lokal mampu memperluas jangkauan pasar, menaikkan kelas usaha, dan menjadi pilar penopang ekonomi daerah yang tangguh di era digital.