Dr. Fatma Dian Pratiwi dan Tim Peneliti FISHUM UIN Sunan Kalijaga Tembus Konferensi Internasional ICCDM 2026
Yogyakarta— Dosen Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Fatma Dian Pratiwi, S.Sos., M.Si., bersama tim peneliti berhasil mempresentasikan artikel ilmiah dalam The 2nd International Conference on Communication and Digital Multimedia (ICCDM 2026). Artikel berjudul “Stigma, Anonymity, and Alter Identities: A Comparison of Online Atheist Communities in Indonesia and Malaysia” diterima dengan revisi minor untuk dipresentasikan secara daring pada 21 Oktober 2026.
Artikel tersebut merupakan hasil kolaborasi Dr. Fatma Dian Pratiwi bersama Adib Ahmad, Aditya Dedy Nugraha, David Rhino Pratama, Tariq Yazid, dan Fauziah Hassan. Penerimaan artikel diperoleh melalui proses penelaahan double-blind peer review dan rekomendasi komite program konferensi, sebagaimana tercantum dalam surat penerimaan tertanggal 13 Oktober 2026.
Mengkaji Stigma, Anonimitas, dan Identitas di Ruang Digital
Artikel ini mengangkat persoalan stigma, anonimitas, dan identitas alternatif dalam komunitas ateis daring di Indonesia dan Malaysia. Tema tersebut relevan dengan kajian komunikasi digital, khususnya dalam memahami bagaimana individu mengekspresikan identitas, membangun interaksi, dan menegosiasikan posisi sosialnya melalui ruang virtual.
Perbandingan komunitas daring di kedua negara memberikan kerangka kajian untuk melihat fenomena identitas digital dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda. Penelitian ini juga membuka ruang pembahasan mengenai peran anonimitas dalam ekspresi diri serta bagaimana identitas alternatif dapat menjadi bagian dari dinamika komunikasi berbasis platform.
Kajian tersebut penting karena ruang digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga menjadi ruang bagi individu dan kelompok untuk membangun representasi diri, berinteraksi, serta menghadapi berbagai norma dan ekspektasi sosial.
Kolaborasi Penelitian Menghasilkan Perspektif Komparatif Indonesia–Malaysia
Kolaborasi enam penulis dalam artikel ini menghasilkan sebuah karya ilmiah yang menempatkan komunitas ateis daring di Indonesia dan Malaysia sebagai objek kajian komparatif. Melalui fokus pada stigma, anonimitas, dan identitas alternatif, penelitian ini mempertemukan persoalan identitas sosial dengan dinamika komunikasi digital dalam dua konteks negara di Asia Tenggara.
Hasil penting dari kolaborasi ini adalah pengembangan kajian komparatif mengenai identitas dan ekspresi diri di ruang digital, dengan menempatkan konteks sosial dan budaya sebagai aspek penting dalam memahami pengalaman komunitas daring. Pendekatan tersebut memperluas ruang kajian komunikasi digital, terutama dalam membahas hubungan antara identitas, interaksi virtual, dan stigma sosial.
Kolaborasi ini juga memperlihatkan peluang pengembangan riset bersama yang melampaui satu konteks nasional. Perbandingan Indonesia dan Malaysia dapat menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan mengenai komunitas digital, pembentukan identitas, anonimitas, serta negosiasi norma sosial dalam masyarakat yang memiliki latar budaya dan lingkungan sosial yang beragam.
Melalui publikasi bersama, tim peneliti turut memperkuat tradisi kolaborasi akademik dan membuka peluang pertukaran perspektif dalam pengembangan kajian media dan komunikasi. Meski demikian, rincian temuan empiris dan pembagian kontribusi masing-masing penulis perlu merujuk pada naskah lengkap artikel agar dapat dijelaskan secara lebih spesifik.
Memperkuat Kolaborasi Akademik Lintas Program Studi Magister
Pencapaian ini relevan dengan pengembangan kolaborasi akademik di lingkungan FISHUM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, khususnya antara Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister, Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Program Studi Psikologi.
Kolaborasi lintas program studi tersebut memiliki potensi strategis untuk mempertemukan perspektif media, komunikasi, dan psikologi dalam mengkaji fenomena sosial kontemporer. Dalam penelitian mengenai komunitas daring, misalnya, perspektif komunikasi dapat digunakan untuk memahami interaksi dan representasi identitas, sementara pendekatan psikologi dapat memperkaya pembahasan mengenai identitas sosial dan pengalaman individu dalam lingkungan digital.
Penguatan sinergi antardisiplin diharapkan dapat mendorong pengembangan agenda penelitian bersama, memperluas ruang pertukaran gagasan, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. Pengembangan kolaborasi tersebut juga dapat menjadi landasan bagi riset-riset lanjutan yang mengkaji perubahan perilaku, identitas, dan relasi sosial di tengah transformasi digital.
Mendukung Internasionalisasi FISHUM
Partisipasi Dr. Fatma Dian Pratiwi dalam ICCDM 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik FISHUM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam forum ilmiah internasional. Melalui konferensi yang berlangsung secara virtual pada 21 Oktober 2026, artikel tersebut memperoleh ruang untuk dipresentasikan dan didiskusikan dalam lingkungan akademik yang lebih luas.
Keterlibatan dalam forum internasional ini mendukung agenda internasionalisasi FISHUM melalui penguatan publikasi ilmiah, perluasan jejaring penelitian, dan pengembangan kajian yang relevan dengan dinamika masyarakat global. Pengangkatan isu komunitas ateis daring di Indonesia dan Malaysia juga memberikan ruang bagi penelitian yang berangkat dari konteks Asia Tenggara untuk berkontribusi pada diskursus akademik mengenai identitas dan komunikasi digital.
Berdasarkan surat penerimaan, abstrak artikel dijadwalkan dimasukkan ke dalam buku abstrak prosiding elektronik Research Synergy Press yang dilengkapi ISBN dan DOI. Adapun naskah lengkap yang memenuhi persyaratan akan melalui peninjauan untuk memperoleh rekomendasi jurnal internasional. Proses tersebut merupakan tahapan terpisah dari penerimaan dan presentasi artikel dalam konferensi.
Mendorong Riset Kolaboratif yang Berdampak
Keikutsertaan Dr. Fatma Dian Pratiwi dan tim peneliti dalam ICCDM 2026 menjadi dorongan bagi penguatan budaya penelitian kolaboratif di lingkungan Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister. Capaian ini menunjukkan pentingnya pengembangan riset yang mengangkat persoalan kontemporer, menggunakan perspektif komparatif, dan membuka peluang dialog akademik lintas konteks negara.
Ke depan, penguatan kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, dan partisipasi dalam forum akademik internasional diharapkan dapat terus dikembangkan melalui sinergi dosen dan mahasiswa serta kolaborasi lintas program studi magister. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen FISHUM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk membangun ekosistem akademik yang kritis, produktif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
Melalui capaian tersebut, Program Studi Media dan Komunikasi Program Magister terus mendorong lahirnya karya ilmiah yang memperluas pemahaman mengenai media dan komunikasi digital sekaligus memperkuat kontribusi akademik Indonesia dalam percakapan ilmiah internasional.