Workshop Penyusunan Borang Akreditasi LAMSPAK Perkuat Kesiapan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul

Dalam upaya meningkatkan mutu tata kelola dan kesiapan menghadapi proses akreditasi, Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan Workshop Penyusunan Borang Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen program studi untuk memperkuat budaya penjaminan mutu sekaligus memastikan seluruh dokumen akreditasi disusun secara sistematis, komprehensif, dan sesuai dengan instrumen LAMSPAK.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Prof. Erika Setyanti Kusumaputri, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses pemenuhan dokumen, melainkan bentuk pertanggungjawaban akademik kepada masyarakat atas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menurutnya, proses penyusunan borang harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program studi. "Akreditasi harus menjadi budaya mutu, bukan hanya agenda menjelang asesmen. Melalui workshop ini, saya berharap seluruh sivitas akademika memiliki pemahaman yang sama dalam membangun sistem yang berkualitas, terdokumentasi dengan baik, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Fatma Dian Pratiwi, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh tim penyusun borang sekaligus memperkuat koordinasi dalam proses akreditasi. Menurutnya, penyusunan borang LAMSPAK memerlukan kolaborasi yang solid, kelengkapan data, serta komitmen seluruh sivitas akademika agar setiap indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal. "Akreditasi bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua program studi atau tim penyusun, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, melalui workshop ini kami ingin membangun sinergi agar seluruh data, dokumen, dan praktik baik yang telah dilakukan dapat terdokumentasi secara komprehensif dan mencerminkan kualitas Program Studi Ilmu Komunikasi," ungkapnya.

Workshop diikuti oleh pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta tim penyusun borang. Selama kegiatan, peserta memperoleh pendalaman mengenai kebijakan terbaru LAMSPAK, strategi penyusunan dokumen kinerja program studi, pengisian indikator penilaian, serta teknik penyajian data dan bukti pendukung yang relevan.

Narasumber workshop juga menekankan pentingnya konsistensi antara dokumen, data pendukung, dan implementasi di lapangan. Setiap indikator dalam instrumen LAMSPAK harus didukung oleh bukti yang valid, mutakhir, serta mencerminkan praktik baik yang telah dilaksanakan program studi.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini diisi dengan diskusi dan pendampingan penyusunan dokumen pada setiap kriteria akreditasi. Peserta secara aktif mengidentifikasi kekuatan, kekurangan, serta strategi perbaikan yang perlu dilakukan agar seluruh komponen borang memenuhi standar yang ditetapkan.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Program Studi Ilmu Komunikasi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan. Diharapkan, hasil workshop menjadi fondasi yang kuat dalam mempersiapkan proses akreditasi LAMSPAK dan mendorong terwujudnya program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.